Gallery

Perempuan Yang Hatinya Sakit

Ketika seorang perempuan merasakan sakit hati yang begitu dalam yang disebabkan oleh-, entah itu perkataan atau perbuatan dari seorang pria, yang saking sakitnya, sampai melewati batas tahan yang bisa di rasakan oleh hati dan pikiran hingga seluruh badan yang bisa ditolerir daya tahan manusia, maka perempuan tersebut bisa menjadi;

1. Pecinta sesama Jenis
Karena sakit dan trauma, dan terlalu takut dengan pria, perempuan tersebut mencari ketenangan dengan sesama jenisnya, yang kebanyakan bisa menemukan kenyamanan dan menjadi obat dari rasa sakitnya tersebut.

2. Playgirls
Perempuan ini merubah rasa sakitnya menjadi dendam dan berlanjut memberi sakit pada pria lain, memperlakukannya kasar tanpa hati, menyakiti pria lain dengan keji, untuk menutup rasa sakit yang dirasakannya dulu.

3. Bunuh diri
Ketika seorang perempuan sudah sangat letih dan lemahnya menerima perlakuan dan perkataan menyakitkan, apalagi hal tersebut pun terjadi karena perempuan itu sendiri penyebabnya, ia akan merasa hidup ini pun tak ada artinya lagi. Ia merasa hidup hanya menjadi benalu untuk orang lain, dan akan memutuskan mengakhiri hidupnya. Mengakhiri hidup bisa secara psikis atau fisik. secara fisik, bisa dengan mudahnya terjun dari gedung, sedang bunuh diri secara psikis, bisa dengan perlahan menghancurkan dirinya dengan perlahan, membunuh semua rasa manusia yang hidup di dirinya, dengan menegak minuman keras melebihi dosis, menjadikan obat terlarang sebagai makan sehari-hari, menyayat lapisan kulit menggunakan pisau, sampai akhirnya dia sendiri kehilangan “hidup”nya, berjalan sebagai raga tanpa jiwa.

4. Perempuan yang kembali pada Tuhan-NYA
Ketika merasa hati begitu sakit, perempuan ini mencoba menggali lagi apa yang salah dalam dirinya. Mendapatkan Sakit harus dilawan memberi sakit kah? Tidak. Cukup dengan diam. Dan menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa. Menyerahkan hatinya kembali untuk diberikan kekuatan, keikhlasan dan memohon maaf atas pria yang sudah menyakitinya karena perempuan ini merasa kesalahan tetap ada pada dirinya. dan berbalik bertanya kepada dirinya sendiri, apakah yang kurang dari Ibadahnya selama ini, apakah sikapnya pada orang lain melukai, atau bahkan hidupnya sudah terlalu dipenuhi oleh salah?
Perempuan ini akan lebih dekat dengan Tuhan-NYA dengan terus berdoa.
Agar hatinya bisa pasrah.
Karena ketika sudah pasrah dan berserah, Tuhan akan menuntunya ke Jalan yang Terbaik. Meski awalnya jalan tersebut, bukanlah yang dimau.

.

.

.

.

.

:end:

Ke empat hal di atas, saya tulis berdasarkan apa yang saya lihat di kehidupan nyata dan saya pelajari selama ini.

Saya tidak akan berkata mana pilihan yang salah atau benar dan sebaiknya diambil oleh perempuan yang hatinya sedang sakit, diantara pilihan-pilihan diatas. Karena semua itu pilihan yang ditentukan masing-masing individu.

Saya selau belajar untuk tidak men-judge, lalu membuat pernyataan jika itu salah atau benar.

Karena  saya percaya, setiap tindakan, ada alasan.

Yang saya fokuskan adalah, bagaimana, saya atau perempuan-perempuan lain yang ingin menjadi perempuan dengan pilihan di nomor 4.

Dengan selalu meyakini:
“Jika Pria tersebut, Jodohku, Maka Aku Mohon Tuhan, untuk selalu menjaga hati ini dari dengki, dendam, buruk sangka maupun kesalahpahaman nan panjang, dan buatlah kami bisa melewati semua perih ini agar bisa saling memaafkan. memaafkan atas pertemuan yang sudah terlanjur terjadi yang ternyata sudah kau atur sejak lama.

Namun, Jika dia Bukan Jodohku, Ikhlaskan hati ini agar terus bisa menerima apapun Keputusan Yang sudah digoreskan dalam lembar yang disebut takdir ini”
Aamiin

 

-Van-

Advertisements
Gallery

I am Digidestined, Indeed.

*Inhale-Exhale*

Ya, akhirnya gue bisa nulis tentang hal ini juga.

Hal yang selalu jadi moodbooster gue dari tahun 2000 sampai sekarang.

Hal yang bisa bikin nangis terharu, sedih, baper dan ga dimengerti sebagian orang, yang kebanyakan menganggap gue aneh karena begitu addict-nya sama hal ini.

Dan hal ini juga lah salah satu yang mendekatkan *halah* gue dengan Anggie hehehe

Yak, hal tersebut adalah….

📢

📢

📢⁠⁠⁠⁠

Digimon Adventure!!

digimon-adv2

Aneh?

Ngga.

Gue bisa tiba-tiba nangis karena denger intro Brave Heart yang sebelumnya diawali dengan Explosion Sound sebelum Shinka-nya anak-anak. Ya, gue nyebut para Digimon anak-anak gueeee 😥

brave-heart-cover

Gue selalu aktif di FFn buat Baca Fanfic Digimon yang semuanya English sih, dulu sempet banyak Fanfic Bahasa, tapi sekarang udah ga pernah nemu atau mungkin karena pair-nya bukan Taiora atau Sorato  jadi ga pernah mampir ;P

Selalu seneng mereka dalam versi AU, versi dewasa, versi Romance..

ya, gue adalah Shipper Sorato tapi gabisa ngehianatin Taiora XD

Gue sempet aktif nulis di FFn, tapi gapernah nulis tentang Digimon, Cuma baca aja. Bahkan sampai gue berenti nulis di Tahun 2010 ’till now, gue tetep baca Fanfic Digimon (English) dan tetep familiar sama semua Digidestined.

Waktu dapet kabar Toei mau bikin Digimon Adventure Tri, dengan Chara Digidestined jaman Adventure gue langsung nangis, asli. Karena gue ga ngikutin serial Digimon lain selain Adventure sama Zero Two, jadi supper happy pas charanya dari seri Adventure (meskipun Bete karena pembagian per Part-nya sampai 4 Bulanan)

digimon_adventure_tri

Dan gue akhirnya nulis ini karena baru aja abis nangis tersedu-sedu ngeliat scene Patamon yang dia infected, di Digimon Tri Part 3; kokuhaku

patamon1

patamon2

patamon3

 

😥

Orang lain ga akan ngerti kenapa gue bisa sampai kaya gini, dan mungkin mereka beranggapan gue lebay. Dan Alhamdulillah banget ketemu Anggie yang ga disangka dia sama kaya gue, Litterally sama. Bisa nangis Cuma karena denger Intro Brave Heart pas anak-anak gue Shinka  :’)

whatsapp-image-2016-10-17-at-6-19-28-pm-1

whatsapp-image-2016-10-17-at-6-20-08-pm

whatsapp-image-2016-10-17-at-6-19-28-pm

Thanks God.

I Love Him, With all my Crest ♥♥

P.S:

Gue lagi deg-degan banget karena Toei baru rilis poster untuk Part Digimon Tri selanjutnya yang story line-nya bakal centralized ke…

taiorato-posters

TAICHI SORA YAMATOOOO!!!

AKHIRNYAAAAA I’VE BEEN WAITING FOR THISSSSS…!!! MY OTPPPPPPP KYAAAAA *lope-lope berterbangan di udara*

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

MESKIPUN GUE SORATO HEAD BANGET TAPI MAU LIAT SORA SAMA TAICHI JUGA!!!

UDAHLAH SORA SAMA DUA-DUANYA AJA !

GAK RELA TAICHI SAMA SI MEIKO ITU, GAKRELAAAA

(IMHO, Meiko ini Chara yang ga perlu ada sebenernya. KZL)

*maafin Capslock ga kontrol*

Im so excited XD

I am Digidestined, Indeed!!!

Gallery

Keadaan Yang Lebih Baik

Lagi-lagi saya menulis disaat hati saya sedang tidak karuan. Hati saya sakit.  saya pun baru menyadari ada beberapa orang yang ternyata lebih sakit hatinya dari saya, pun baru saya sadari rasa sakit yang dirasakan oleh mereka itu ternyata disebabkan oleh saya.

Saya berusaha bersikap dewasa dengan menjadi pihak yang terlihat bijak, menjadi sabar dan bahkan saya  menunjukan bahwa saya ini sebenarnya kuat. Meskipun dalam hati ini, rasanya perih. Seperih-perihnya rasa yang bisa dirasakan oleh hati saya,– yang hanya seorang manusia biasa ini.

.

.

Semenit yang lalu, rekan kerja saya bertanya, mengapa akhir-akhir ini wajah saya murung dan terlihat sering melamun.

//

//

//

Bahkan saya tidak sadar jika semua perih yang sedang saya rasakan ini –yang saya kira sudah mampu saya tutupi dengan baik ternyata terpancar di wajah dan sikap saya yang dilihat oleh orang lain.

//

//

//

Saya merasa serba salah. Niat saya baik. Perasaan ini baik. Tapi kenapa saya terus dipojokkan dan susah sekali rasanya membuat keadaan menjadi normal seperti sedia kala.

Saya seperti tidak memiliki kesempatan untuk membuat semua keadaan ini menjadi normal dan seperti seharusnya.  Namun saya tetap berusaha untuk membuat kesempatan itu ada. Saya yakin, Allah SWT akan memberikan keadaan yang jauh lebih baik dari yang saya kira, meskipun tidak sekarang. mungkin esok, nanti atau mungkin justru keadaan yang jauh lebih baik itu sebenarnya keadaan yang saat ini sedang saya alami dan rasakan, yang saya rasa tidak baik, namun menurut Allah SWT ini baik.

Saya hanya menguatkan hati saya untuk tetap bisa kuat, kuat untuk tetap mempertahankan pikiran dan prasangka positif di hati saya ini.

.

.

.

Alhamdulillah, sudah merasa lebih baik di paragraph ini. Saya sudah bisa menghela nafas lega dan mengurai perih-perih ini menjadi senyum dan semangat.

 

Yay ! Vannia senyum !

Ah iya,

Tambahan untuk kamu yang mungkin membaca postingan ini nun jauh disana ^^

large

 

Salam,

 

Vannia

 

Gallery

Rasa Syukur

Dulu,

Saya mudah sekali menangis ketika melihat hal apapun yang menyedihkan seperti tayangan orang tidak mampu di televisi, melihat pengemis di Jalanan, melihat pasangan renta yang tinggal di balik tumpukan seng dan kayu bekas, bahkan saya sering menangis melihat keadaan keluarga saya sendiri yang penuh keprihatinan.

Lalu,

Hati saya menjadi batu. Setelah terlalu banyak mata ini digunakan untuk menangis. Menangis karena kehilangan orang-orang yang saya sayang, menangis karena seringnya saya disakiti namun saya hanya bisa diam.

Sampai akhirnya,

Saya kehilangan simpati terhadap apapun. Saya menjalani hidup seperti manusia yang tidak pernah memiliki perasaan. Saya menjalani hari-hari saya dengan senyum palsu, tawa palsu dan raut wajah palsu yang kesemuanya disebabkan oleh matinya hati saya.

.

.

.

.

.

.

Awal tahun 2016, menjadi titik balik saya memutuskan tali perih yang mengekang saya dalam sebuah kesakitan yang bahkan sebenarnya sudah tidak mampu saya rasakan lagi selama tahun 2015.

.

.

Saya memulai kembali kehidupan saya dengan ‘mencoba’ menjadi manusia yang normal. Yang mampu menangis. Menangis karena rasa kasihan, rasa sedih, hingga menangis karena rindu dan bahagia.

Hingga akhirnya sekarang saya bisa tertawa, tersenyum, berbahagia kembali secara tulus dan seberfungsinya hati ini untuk merasa.

.

.

Tapi saya lupa,

 

Saat saya tertidur lelap, diluar sana banyak yang cemas tidur dengan mata terbuka dibawah jutaan bintang tanpa ada dinding yang melindungi disekitarnya.

Saya lupa saat saya sedang lahapnya menghabiskan makanan enak, diluaran sana banyak yang mati-matian berjuang agar tidak makan tanah dan menghabisi sesama manusia lainnya hanya untuk mengenyangkan isi perutnya untuk memenuhi nalurinya sebagai manusia.

Saat saya tertawa, diluar sana ratusan manusia lainnya sedang menangis, menjerit kesakitan dihatui rasa tidak aman karena tidak tahu harus berbuat apa dan harus memeluk siapa karena merasa telah sendiri dan tidak punya apa-apa.

Saya lupa.

Saya lupa kekuatan do’a yang begitu besarnya.

Saya lupa, saudara kita diluar sana butuh uluran tangan dari hati kita meski hanya berupa ucap yang dititipkan melalu Yang Maha Kuasa.

.

.

saya harus selalu menyelipkan syukur disegala aspek kehidupan saya melalui do’a untuk yang lain. Untuk kebaikan yang tidak akan putus antar sesama. Yang mana, saat materi tidak bisa tersampaikan dengan langsung, niat baik ini akan dijadikan bantuan senjata dan tebusan untuk setiap ingin yang mereka pinta.

 

 

“Tetap Bersyukur untuk apapun yang kamu punya, kamu kejar dan kamu alami sekarang ya, Van”

 

 

 

Insha Allah

-van

Gallery

Jawaban Sebuah Do’a; Melalui Rasa Sakit

saya pernah ada di titik yang saya rasa merupakan titik paling bawah dalam sebuah kehidupan yang saya pikir waktu itu, saya tidak akan bisa melewati itu semua. namun, saya bisa melewatinya dan itu yang membuat saya bisa menghadapi apapun masalah yang sedang saya alami.

beberapa hari ini, saya merasa Allah SWT menjawab semua do’a saya melalui rasa sakit. rasa sakit yang sejatinya akan membawa saya ke arah yang lebih baik. rasa sakit yang ternyata bisa saya lalui dengan sabar, ikhlas dan ternyata tidak butuh waktu lama untuk saya tersenyum kembali meskipun sakit bertubi-tubi baru saja saya rasakan (berkali-kali dalam waktu dekat).

sore ini, begitu banyak hal yang ada di pikiran saya yang memicu rasa sakit tersebut terasa kembali, begitu banyak pembicaraan dan pembahasan dari berbagai pihak yang membuat saya bertanya, “Mengapa semua hal yang saya lakukan selalu salah?”

saya selalu berusaha menyisipkan niat baik didalam apa-apa yang akan saya lakukan.

bahkan semua hal yang sudah saya korbankan, waktu, pikiran, tangisan, berujung pada prasangka buruk yang saya rasakan bahwa ini semua tidak adil.

mengapa saya selalu salah?

tapi, saya tau..

ini merupakan jawaban dari Do’a yang saya panjatkan di setiap pinta yang saya ucap kepada-NYA.

saya tau, seperti inilah jalannya.

karena meskipun sakit, saya bisa merasakan kemana arah dari semua perih ini akan berlabuh.

yaitu, ke pendewasaan dalam bersikap dan menjalani hidup, serta nilai tinggi yang akan saya dapatkan melalui sabar dan ikhlas yang Alhamdulillah bisa saya terapkan di beberapa sakit belakangan ini.

Insha Allah.

 

P.S:

“To Feel Pain is Good, It means You are still alive” unknown

ya, kamu masih Hidup, Vannia… Semangat! ^_^

 

 

-van

 

Gallery

Karena, Menikah itu…

 

love-holding-hands.jpg
 

pic source: google images

 

 

Menikah itu bukan perkara mempersatukan dua manusia dalam ikatan halal menurut Agama yang saya anut atau melagalkan hubungan pria dan wanita yang bisa tinggal serumah di Negara tempat saya tinggal ini.

 

 

Menikah itu perkara mempersatukan dua keluarga. Dua kehidupan yang belum tentu didalamnya bisa saling menjaga apa yang dipunya satu sama lain.

Keputusan menikah dini, menikah di usia 30an, di usia berapa pun, bahkan dengan siapa, ditentukan tidak Cuma berdasarkan hati kedua pasangan yang mengaku saling cinta dan ingin hidup bersama (secara legal). Kita butuh pemikiran panjang dan satu hal utama bagi saya yaitu, keyakinan.

Keyakinan untuk membagi waktu dalam kehidupan kita dengan pasangan nanti, keyakinan bahwa memang pilihan sudah tepat, keyakinan untuk menyisihkan hasil finansial untuk memenuhi kebutuhan berdua, dan keyakinan bahwa memang menikah adalah jalan yang dipilih oleh berbagai pasangan di Dunia dengan alasan yang berbeda-beda ini merupakan goals dari sebuah relationship.

.

.

.

.

 

Saya pernah tersiksa bertahun lamanya, untuk tidak berani meninggalkan sebuah hubungan yang disisipkan janji pernikahan, oleh seseorang yang bahkan tidak pernah mengunjungi Ibu saya. Seseorang yang sudah saya kubur dalam masa lalu dan saya anggap saya tidak pernah mengenalnya. Seharusnya mungkin tidak begitu, karena anggapan beberapa orang menjaga silahturahmi itu tetap lah penting.

Namun, percayalah…

Ada orang yang memang dengan kesalahan sebesar apapun tetap layak untuk dikenal dan ada orang yang dengan kita tidak menganggap kehadirannya pernah ada di hidup kita, membuat seluruh lapisan kehidupan menjadi jauh lebih baik”, Dan saya memilih opsi kedua.

.

.

Lalu, saya dipertemukan dengan seorang pria yang tidak butuh waktu lama, membuat saya ingin menikah dengannya, belajar untuk menjadi diri yang lebih baik, sesegra mungkin.

Ini bukan masalah waktu yang singkat, namun keyakinan ini benar-benar sudah tergaris sedemikian rupa di hidup kami, yang bahkan kedua keluarga kami dengan indahnya merestui hubungan ini.

Menikah itu bukan hanya masalah akad dan ijab Kabul. Pun, kesederhanaan yang semestinya diterapkan jika murni tujuannya memang menikah untuk Allah SWT, untuk menjaga satu sama lain antara dua manusia yang saling menyayangi dengan tulus, dan untuk hidup bersama secara legal tentunya.

Ada banyak pertimbangan panjang yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa pihak akan mencemooh keputusan kami namun pasti ada yang mendukung juga karena taraf dan kemampuan setiap pasangan itu berbeda-beda. Kemampuan untuk menyiapkan mental berumah tangga melalui prosesi pernikahan yang walaupun saya inginnya sederhana, ternyata tetap ada banyak factor yang harus disiapkan dengan matang dan baik, baik secara Agama maupun Peraturan Negara (yang wajib dipatuhi tentunya).

Dan dalam kasus saya ini pertimbangannya adalah, Kuliah.

Ya, kami berdua sama-sama masih menempuh pendidikan strata-1 yang tinggal menghitung beberapa puluh SKS saja untuk mencapai garis FINISH. Namun dengan berbagai pertimbangan ( yang sudah dipikirkan melalui debat panjang dan penuh cemas), kami harus membuat pilihan yang kami rasa tepat. Pilihan yang akan menentukan jalan hidup kami berdua. Pilihan yang akan memengaruhi masing-masing keluarga kami terutama ibu yang melahirkan kami. Pilihan yang Insha Allah terbaik dan memang seperti inilah jalannya, pilihan yang disertai kepercayaan akan nyatanya sebuah keajaiban Do’a.

Pilihan saya untuk seorang pria yang saya deskripsikan sebagai  ‘segalanya saya’.

 

Semoga semua dimudahkan, semoga setiap Aamiin ini menuntun kita kepada apa yang kita tuju.

Aku sayang banget sama kamu, Anggie Setyo Utomo.

 

IMG_20160809_094859

 

-Van-

Gallery

Caraku Memberi Reward Untuk Diri Sendiri

Jadi aku ini bukan tipikal orang yang itungan sebenernya, lebih ke royal malah. Ke temen, ke siapapun, aku ga pernah ngebiarin diri aku keterantungan secara finansial pada orang lain. Setiap makan bareng sama siapapun, kalo pas lagi lebih aku sering lebihin bayarnya, dan apalagi buat orang-orang yang disayang, udah ga mikir deh sama uang yang aku keluarin. Aku punya temen lelaki di kantor yang orangnya baik banget sering nraktir dll, tapi pas dia lagi ga bisa traktir ya aku yang traktir dia. Pun dengan pacar a.k.a calon suami yang sekarang, kalo kita ketemu dan makan di beberapa tempat seharian, itu ga pernah dia aja yang bayar gitu, pasti gantian. Karena aku ngerasa, aku ini kerja, punya penghasilan, dan emang ga kebiasa aja dari dulu untuk selalu ‘nerima’ kalo dibayarin apa gimana.

Secara finansial keluarga aku memang ga berada, tapi Alhamdulillah aku bisa beli semua kebutuhan aku sendiri, bisa bayar kuliah sendiri, bisa ngelakuin apa yang akum au, dan aku ngerasa ga ngebebanin siapun secara finansial bahkan ke keluarga aja udah bertahun-tahun  gapernah minta uang ke mereka.

Makanya, sering sedih, kalo ada yang bilang aku ini cewek matre, dan sejenisnya, Cuma karena mereka lihat aku sering makan atau pergi-pergian sama pacar atau dulu sama rekan laki-laki aku yang lain.

Aku sering ditraktir teman-temanku, tapi itu ga lantas membuat aku matre. Aku sering pergi ke tempat-tempat yang menghabiskan uang dengan sahabat-sahabatku, dan aku gapernah yang minta dibayarin apa gimana.

Aku adalah tipikal yang menerapkan,  ‘Uang bisa dicari lagi’ dan diri lo yang udah kerja sebulan ini layak untuk di beri ‘Reward’ dan kebetulan cara aku menghadiahi diri aku ya dengan yang ga terlalu pusing itungan sama diri sendiri selama itu beli / untuk hal yang emang aku mau dan terutama butuh. makanya mungkin ada yang melihat aku ini terlalu boros untuk ukuran aku yang berasal dari keluarga yang seadanya, jadi pada sotau nebak-nebak kalau aku ini matre ke orang-orang supaya aku bisa penuhin apa aja kebutuhan dan kemauan aku. tapi sekali lagi, aku sama sekali ngga kaya gitu!

Pagi ini pokonya sedihhhhhhhhhhhhhhhhhh….

 

Regards,

Dari Aku yang memang ga ngebebanin siapapun secara finansial

 

Menciptakan Saat Yang Tepat

Beberapa waktu belakangan saya merasa bahagia. Sangat bahagia. Setelah beberapa tahun, saya merasakan yang namanya “Mati Hati”, kehidupan yang tertekan, emosi yang mudah meledak dan kesedihan yang begitu seringnya terpaut di wajah saya. Ya, kesemua hal tersebut hilang semenjak saya mengenal seseorang yang merubah seluruh hidup saya saat itu juga bahkan- kedepannya nanti.

Perubahan yang begitu baik dan indah, dan disinilah saya merasakan untuk pertama kalinya bahwa… mencintai seseorang yang mencintai diri kita dengan kesamaan sayang dan restu dari kedua keluarga itu memang sangatlah indah.

Beberapa orang yang mengenal kami berdua banyak yang memberi tanggapan, jika hubungan ini terlalu cepat untuk dibawa ke jenjang yang lebih serius.

Lho? Bukankah jika sudah sama-sama serius lebih baik disegerakan? Bukan karena gegabah atau apa ya, karena kami berdua sudah sama-sama pernah menjalani hubungan lama sebelumnya dengan orang lain, namun tidak pernah ingin ke jenjang yang lebih serius.

ketika sekarang kami sama-sama ingin serius, dan itu dalam jangka waktu yang singkat, bukankah itu lebih baik? Dan saya selalu menjawab komentar orang-orang dengan:

“tidak ada yang terlalu cepat, yang ada hanya saat yang tepat. Dan jangan biarkan saat yang tepat tersebut ditentukan oleh waktu yang berjalan, kita sendiri yang harus menentukan saat yang tepat!”

– Van

 

 

 

NGALAM! – Part I

Akhirnya.. untuk pertama kalinya gue menginjakan kaki di Provinsi Jawa Timur, tepatnya Malang dan Batu. Hehehe~

yup, ini acara kantor sih, Staff Day 2016. Dan sudah bisa dipastikan jika acara kantor, semua kenyamanan, keamanan, dan urusan perut terjamin. Dan karena tema tahun ini “One Firmenich” yang salah satu acaranya adalah 3 Site dari Cileungsi, Karawang dan Tanah Abang Perorm bareng di Gala Dinner. Gue terpaksa jadi bagian dari performer karena ga ada yang mau lagi. Dengan waktu singkat dan latihan yang sangat minimal kita berhasil juga nyatuin 3 Site ini Perform yang kata orang-orang sih bagus. Gue jujur kurang puas karena endingnya beda dari pas GR yah tapi Seneng sih. Ok, sekarang lanjut ceritain Malang dan Batu serta kesan gue selama disini. Cusss~~

Day 1

Kamis, 26 Mei 2016 rombongan dari Cileungsi berangkat ke stasiun Gambir pakai Bus Antavaya yang keren banget menurut gue. Nyaman dan Ok! Kurang lebih interiornya gini

image
Maaf Selfie, Lupa buat Foto Busnya karena udah Buru-buru

Lalu begitu sampai Gambir, ketemu rombongan dari Tanah Abang dan Karawang. Kita naik KA Eksekutif Bima yang kalo dari segi Interior sih bagusan Gajayana menurutku. Cuma pelayanan OK banget atau mungkin karena dari EO-nya bikin Service selama di KA Ok.

image

Selama di Kereta, Gue ada di Gerbong 3 yang isinya Manusia berjenis Kelamin Perempuan semua, kombinasi dari Emak-emak, Calon Penganten, Orang Yang pendiem serta Yang Mulutnya Nyablak sampe yang jomblo kaya gue semua plek di satu gerbong itu.
Kereta Belom Jalan aja udah foto lebih dari 500 X dengan muka dan backgrond yang sama aja. *iyaaa ga sampe 500 juga sih*

image

Kereta Bergerak pukul 16:45 Lalu Keadaan Gempar setelah lewat cowok ganteng nan wangi berseragam menyapa kita semua dengan senyum manisnya.
Asli ya itu segerbong histeris semua teriak-teriak udah kaya para fans Kpop kalo Oppa-Oppanya Lagi Perform. Yang udah nikah ga inget suaminya, yang mau nikah disebut nama calonnya pura-pura lupa. Hahaha
Semua berebut nyamperin, namun hanya gue yang berhasil selfie sama dia. karena reflek itu sih dan latihan kalo suatu hari ketemu Oppa Beneran Bisa Reflek secepat itu XD

image
Banyak yang nyempil pengen ikutan -_-

foto gue pun menjadi viral bahkan di Grup para Managers dan gue langsung di serbu pake message “ckckckck..” di WA -_-
Melihat keganasan cewek-cewek Gerbong 3, si EO sengaja ngajak Mas Ganteng ini buat lewat lagi lalu pas di serbu di rekam lah sama EOnya, ala-ala Live Report di Konser gitu dan pada ngikutin selfie ama dia huft.
Gue rasa tu mas ganteng shock abis dan trauma XD maapin kita ya pak kita mah cuma becanda buat seru-seruan aja.

Lalu di Kereta gue sempet ngumpul sama anak Karawang di Restonya buat latihan Perform cuma gejelas tea orangnya ga lengkap. Udah aja balik ke tempat duduk lalu tidur, bangun-bangun udah di Stasiun Surabaya Gubeng Pukul 5.30.
belom mandi dan cuci muka, namun menyempatkan Selfie bentar buat Check In kalo udah Nginjek Surabaya 😆

image

Setelah itu lanjut sampai Stasiun Malang sekitar pukul 08.30
kita naik Bus buat ke tempat Sarapan di Resto Kerta Sari, Batu. Tempatnya enak, namun Makanannya ngga enak dan pelayanannya kurang OK.

image

Oh iya, diperjalanan gue amaze banget sama Malang Dari Alun-alunnya, Jalannya semua bersih dan Rapi cuma sempit banget jadi ngeri pas tikungan gitu karena nanjak kan jalannya ke Batu. Suasanya agak mirip di Puncak, Cisarua Bogor cuma ga macet. Enak pokonya 👍

image

image

Sayangnya gabisa turun buat sekedar Jalan karena padetnya waktu yang udah ditentuin panitia 😥

Setelah Sarapan, Tanpa mandi kita langsung Cussss ke Eco Green Park. Sampe sana pokoknya cowok-cowok sebagian ada yang ke Masjid dulu Jumatan. Jadi ya lagi panas-panasnya pas masuk Eco Green Park.
yak, ceritanya bakal dilanjutkan setelah saya mendapatkan foto-foto dari kamera teman-teman saya karena yang di HP saya kurang bagus. XD

Bye,

Dari Yang Cuti buat bobok sampai Tanggal 31 💋

Tulisan Mengenai Tulis Menulis

jadi, gue ini sebenernya ga tau ya basic-nya “nulis” di blog itu harus gimana, eh gatau juga sih apa ada SOP-nya atau nggak.

ya intinya gue sih nulis di blog lebih ke buat curhat aja hehe

walaaaau, sebenernya ga bagus juga sih cerita, ngeluh dan pamer di internet ya gak sih???

tapi ya gue sih menemukan ketenangan aja gitu setelah nulis disini, inspite ada yang baca atau nggak.

“Lah lo kan bisa nulis di diary aja kalo mau tenang atau di personal Journal yang cuma lo doang yang bisa baca,” ucap seseorang di seberang sana.

haha gue setiap abis nulis disini itu ya balik lagi.. terlepas ada yang baca atau ngga, rasanya tuh… tenang.

kalaupun ada yang baca terus ngetawain hidup gue, atau mungkin dia tersentuh atau bahkan terinspirasi… perasaan itu sih yang bikin hati enak dan pengen tetep nulis (curhat) disini.

pengen juga gitu bikin blog yang isinya bagus, bermanfaaf buat orang banyak, tapi ya kan gak gampang. butuh waktu, butuh belajar banyak dan… butuh mood yang stabil hehehe. kalau lagi males padahal punya ide tulisan yang bagus ya gabakal jadi. atau lagi rajin tapi idenya ga dapet.. sama aja ga ada hal bagus yang terposting disini juga.

hehehe

nah yang udah-udah sih gue nulis disini kalau hati lagi risau *halah* lagi emosi, sedih atau baru aja dapet kabar yang nggak ngenakin hati, pasti deh jari lancar banget ngetik di keyboard.

ini sekarang ngetiknya sambil nahan nangis sih, tapi gue lagi di kantor yang ada atasan dan tiap dia nyamperin langsung [alt + tab] 😦

makanya postingan ini isinya ya begini aja dan Alhamdulillah pada ketikan ini hati gue udah mulai tenang, segala kerisauan tadi mulai mereda. luar biasa efek menulis ini hihihi

 

Bye for now,

 

Van