Open Up!

Jadi, gue ini termasuk tipe orang yang tertutup. ga ada orang yang bener-bener tau “cerita asli” tentang apa yang lagi gue alamin.

Keluarga pun kadang ga ada yang tau. Karena gue lebih sering cerita yang bagus-bagus aja. Lebih ke yang gamau bikin mereka khawatir sih. Terutama ke Umi.
Bahkan soal cowok pun gue

gapernah cerita sebelumnya.

Cuma malam ini, akhirnya gue cerita ke umi tentang seorang laki-laki. Tentang betapa desperatenya gue hanya karena dia dan betapa dia mempengaruhi hidup gue saat ini.

yak, Itupun via telepon.

Gue masih belum berani nunjukin sisi lemah gue ke beliau.
Beliau harus tau kalo anak perempuannya ini kuat dan ga mengkhawatirkan walau jauh.

Tapi kali ini, gue ngerasain banget apapun itu, kita memang harus terbuka sama orangtua sendiri. Gue gamau bikin umi sedih dan khawatir lalu gue menutupi keadaan sebenarnya, dan.. itu akan lebih melukai perasaan beliau karena sebenarnya kalau bukan sama orangtua, sama siapa lagi kita bisa berbagi dan didengar dengan tulus.

Sebaik-baiknya pacar, sahabat teman.. tetap orangtua harus jadi tumpuan cerita nomor 1. Karena unconditionally love from parents itu real. Kalo sama pasangan atau teman dan sahabat dekat sekalipun, ga mungkin deh bisa unconditionally, pasti ada terms and condition walau sesedikit apapun.

Dan gue baru belajar tentang hal itu sekarang.

Umi itu jauh dari gue. Apapun itu harusnya gue ceritain. Apapun.

Dan ternyata, all the grudge inside my heart fade away gitu aja dong setelah cerita ke umi.

Mom’s power.

Believe Me.

L,

Van