Gallery

He Said: I’m Gonna Marry Your Princess And Make Her My Queen

“Marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I’ll love for the rest of my life
And give her the best of me ’til the day that I die, yeah
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter”

 

Selalu nangis setiap denger lagu ini secara ga sengaja di tempat umum. Karena aku sendiri ga pernah mendengarkan dengan sengaja lagu ini. Karena aku tau, aku bakal langsung nangis.

Liriknya bercerita tentang seorang pria yang ingin menikahi anak perempuan dari seorang Ayah yang mana liriknya benar-benar manis dan perempuan yang dinyanyiin ini sama ‘lelaki’nya pasti lututnya bakal langsung lemes saking manisnya.

‘Terus kenapa nangis Van ?’

Justru karena saking manisnya, dimana aku selalu membayangkan momen lelakiku nanti saat ‘propose me’ to my Dad, but it won’t happen. And Will Never.

Because my Dad is no longer here, that’s why I always cry everytime I heard this song.

.

.

I am grateful because my Man has such a beautiful voice, able to play any instrument, even sometimes, He sent me songs that always makes me melts like an ice cube every time He started to sing and take his fingers dancing on his guitar strings.

.

.

But Still, aku benar-benar bersyukur sama apa yang aku punya saat ini, aku alami, sakit dan manisnya, meskipun yaaa lelakiku ga akan bisa propose aku ke Ayah sebagaimana mestinya.

Yang aku tau, Ibuku pun udah saying banget sama dia seperti ke anak sendiri, Ibuku tau dia memang yang terbaik buat aku. Ibu aku akan jadi tempat lelakinya aku untuk bilang hal-hal manis seperti lirik lagu diatas 🙂

whatsapp-image-2016-11-03-at-9-33-06-am

Aku bersyukur, Aku Bahagia, Aku sangat berterima kasih.

 

Van

P.S: this post is just a simple note. Mostly talk about Anggie, indeed (because our convo last night about princess and queen) ^^

 

Gallery

Tebingnya Kali ini Begitu Tinggi

Assallamualaikum bapak,

Hari ini sudah masuk November pak. Setahun lalu, ini awal mula kita ngga saling tanya dan awal mula dari penyesalan panjang aku.

Bulan November, 1 Bulan  sebelum Desember- yang bapak tau betapa aku benci dengan seluruh hari  yang ada di Bulan Desember.

.

.

Beberapa kali, aku menanamkan keyakinan di diri aku, untuk membuktikan apa yang bapak prediksikan salah. Sering sekali aku, ingin bapak tau hal-hal yang dulu bapak bilang ke aku itu ngga akan pernah terjadi.

.

.

.

Tapi bahkan sudah hampir setahun bapak ngga ada disini pun, semua yang bapak prediksikan benar-benar terjadi.

.

.

Cuma satu prediksi bapak yang salah. Yaitu, Cara bapak pergi ninggalin aku dan kita semua disini.

whatsapp-image-2016-11-01-at-4-49-08-pm.

.

.

.

Aku masih boleh nyesel ga sih pak? Nyesel udah ga ngikutin semua arahan bapak dulu?

.

.

.

Alhamdulillah aku udah semester 6 pak sekarang. Masih inget banget dulu kita nyari alamat kampus, dan nego sama bagian pendaftarannya karena telat daftar. Aku juga inget banget waktu kita mempelajari  brosur-brosur universitas di salah satu meja di Rumah Makan Cibubur, yang mana saat itu aku baru percaya, keajaiban itu bener-bener bisa terjadi di dalam hidup seseorang, bahkan yang tidak mungkin pun bisa menjadi mungkin.

.

.

Aku sedang berusaha menanamkan kembali keyakinan itu, pak.

Keyakinan untuk selalu percaya akan keajaiban yang akan aku alami dalam keadaan sesulit apapun. Aku dan bapak sudah melewati fase yang mungkin orang lain pun ngga akan percaya bahwa sebegitu ajaibnya kita dihubungkan oleh Yang Maha Kuasa. Bahkan saat ini aku sedang mengalami fase penuh keajaiban kembali, pak. Bertemu Anggie dan bisa sama dia saat ini yang mana hal tersebut merupakan hal yang luar biasa dan pembuktian dari keajaiban di hidup aku

.

Aku hanya sedang ada di titik penuh tebing tinggi dalam fase ini, pak. Titik yang dulu aku bisa lewatin, yang semestinya sekarang pun bisa aku lewatin. Tebingnya kali ini begitu tinggi pak. Penuh batu-batu tajam dan bagian licin yang mungkin akan membuat aku terpeleset sehingga aku bisa “hilang”dalam waktu sekejap saja kalau aku ngga hati-hati. Tapi aku tau, aku akan selalu percaya, pak. Bahwa sekali lagi, keajaiban akan membawa aku melewati tebing ini. Membawa aku ke diri aku yang kuat dan lebih baik lagi.

.

.

van